Relevansi Teori Konflik dengan Fenomena Sosial di Lembaga Pendidikan Islam
Keywords:
Teori Konflik, Sosiologi Pendidikan, Pendidikan Islam, Fenomena SosialAbstract
Fenomena sosial di lembaga pendidikan Islam menunjukkan adanya ketimpangan dalam akses, status, dan peran antar kelompok, baik antara guru dan peserta didik, maupun antar lembaga yang berbeda tingkat sumber dayanya. Ketimpangan tersebut seringkali melahirkan konflik kepentingan, perbedaan visi, serta ketegangan sosial yang berdampak pada kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap relevansi teori konflik dalam menjelaskan dinamika sosial yang terjadi di lembaga pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui analisis terhadap berbagai literatur yang membahas teori konflik dari perspektif Karl Marx, Lewis Coser, dan Ralf Dahrendorf, serta penerapannya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori konflik relevan dalam menjelaskan munculnya ketimpangan sosial, perebutan otoritas, dan perubahan struktur di lembaga pendidikan Islam. Teori ini juga memberikan kerangka analisis kritis terhadap bagaimana kekuasaan dan sumber daya didistribusikan di dalam lembaga pendidikan. Kesimpulannya, pemahaman terhadap teori konflik dapat menjadi dasar refleksi bagi pengelola pendidikan Islam untuk menciptakan sistem yang lebih adil, partisipatif, dan responsif terhadap dinamika sosial masyarakat
